Social Icons

Pages

Featured Posts

Sabtu, 31 Juli 2010

Membaca Kepribadian Lewat Tulisan (Grafologi)






Setiap tulisan yang di buat oleh seseorang mencerminkan kepribadian orang tersebut.. Teknik ini di namakan Grafologi.

Dan tentu nya butuh pembelajaran untuk mengerti.

Bagaimanakah cara membaca nya? Mungkin sebagian dari teman teman ingin tahu kepribadian orang dari gaya menulisnya..

Grafologi adalah ilmu yang mempelajari karakter seseorang dengan cara menganalisa tulisan tangannya, buku pertama tentang grafologi ditulis oleh Camillo Baldi, seorang dokter asal Itali pada tahun 1622. Tahun 1872, Jean Michon menerbitkan bukunya yang menjadi buku pokok grafologi pada saat itu. Tak lama kemudian, universitas universitas di Eropa mulai memberi gelar Ph.D. atau Master di bidang ini.

Ada dua metode untuk menilai karakter dan kepribadian lewat ilmu ini, yaitu teknik Jerman dan teknik Perancis. Metode Jerman dengan cara melihat secara keseluruhan tulisan seseorang. Sedangkan pada teknik Perancis cenderung menganalisa per huruf lalu digabungkan. Seorang pemula biasanya mempelajari teknik Perancis terlebih dahulu.

Menurut riset, keakuratan analisa grafologi mencapai 80-90%.
Beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang:

1. Arah kemiringan huruf
Ke kanan = ekspresif, emosional
Tegak = menahan diri, emosi sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya

2. Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar = alami, easygoing
Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat
Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman
Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar

3. Huruf-huruf bersambung atau tidak
Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak
Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).
Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama

4. Spasi antar kata
Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?)
Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak

5. Jarak vertikal antar baris tulisan
Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial
Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara
Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik

6. Interpretasi huruf ‘t’
Letak palang (-) pada kail ‘t’
- Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya
- Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab
- Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin

Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.
Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’
- Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas)
- Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan
- Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan

7. Arah tulisan pada kertas
Naik/menanjak = energik, optimis, tegas
Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul
Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri

8. Tekanan saat menulis
Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya

9. Ukuran huruf
Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.

10. Sedikit tentang huruf “O”
- Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”
- Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan.

Read more: wisben.com on blogger: Membaca Kepribadian Lewat Tulisan (Grafologi)

Sumber : kaskus
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4858805

Note : Jika anda merasa terbantu dengan artikel ini, mohon di Klik iklannya sebagai apresiasi anda untuk kemajuan blog ini, terimakasih 

Senin, 07 Desember 2009



Ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan aura :



Aura manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan kedewasaan kepribadian seseorang.

Aura manusia berwarna-warni sesuai dengan kepribadian dan kehidupan seseorang. Masing-masing warna aura menunjukkan kepribadian yang berbeda.

Panjang pendeknya aura dapat dideteksi dengan indra peraba kulit maupun dengan tongkat deteksi.

Aura seseorang dapat mempengaruhi maupun dapat dipengaruhi oleh lingkungan sehingga dapat bertambah maupun dapat berkurang karena faktor lingkungan.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar pancaran aura tetap cemerlang, diantaranya :

Makan makanan yang halal, baik dan tidak berlebihan.

Olahraga yang cukup dan teratur.

Memenuhi kebutuhan tubuh akan udara segar.

Istirahat dengan cukup, mengurangi rokok, alkohol dan obat terlarang.

Mengurangi gerak hati, gerak pikir dan kegiatan-kegiatan yang buruk.

Mengurangi sikap hati yang kasar, mudah emosi dan memperbanyak rasa kasih sayang.

Sekarang, mari kita mulai latihan melihat aura. Sebelum melihat aura orang lain, ada beberapa urutan latihan yang harus dilakukan demi kesempurnaan hasil.

Note : Jika anda merasa terbantu dengan artikel ini, mohon di Klik iklannya sebagai apresiasi anda untuk kemajuan blog ini, terimakasih 

CARA CEPAT MELIHAT AURA ORANG LAIN DAN AURA SENDIRI


Saya tertarik untuk membaca salah satu artikel bukunya Mark Smith judulnya Melihat Aura dalam Waktu 60 Detik. Alhasil saya praktekkan di rumah dan melihat hasilnya walaupun tidak terlalu jelas tapi minimal Anda pasti melihat Selubung transparan yang muncul. Berikut petikan artikel dalam bukunya yang sengaja tidak saya rubah sedikitpun untuk menjaga keaslian maknanya.
Bagaimana Melihat Aura
Berikut ini adalah bagaimana caranya Anda mampu melihat cahaya itu:
Mintalah orang tersebut berdiri pada jarak kurang lebih 50 cm di depan suatu latar belakang putih biasa. Mintalah orang itu santai dan bernapas dalam-dalam. Supaya dapat melihat dengan sangat baik, sekurang-kurangnya Anda harus mengambil jarak 3 meter dan cahaya tidak boleh terlalu terang atau terfokus langsung ke orang tersebut. Cahaya alami adalah cahaya yang terbaik. Cara terbaik melihat aura itu menuntut anda melihat melewati kepala dan wilayah bahu. Pusatkanlah perhatian di dinding di belakang orang tersebut. Sewaktu anda menatap melampaui garis bentuk tubuh tersebut dengan sangat cepat anda dapat melihat sebuah selubung putih kabur atau perak abu-abu mengelilingi tubuh itu. Kelihatannya hampir-hampir seperti ada lampu di balik orang itu, yang diarahkan ke atas.
Kemudian sangat mungkin sekali cahaya itu akan lenyap.
Hal itu disebabkan oleh reaksi alami kebanyakan orang waktu mereka pertama kali melihat selubung ini, yaitu secara tidak sengaja mengubah fokus mereka pada orang tersebut dan bukannya melanjutkan menatap dinding tadi. Segera setelah Anda kembali memusatkan pandangan ke latar belakang itu, selubung tadi akan muncul kembali. Anda harus melatih mata anda untuk tidak kembali ke fokus biasa-itulah bagian paling sulit yang harus dipelajari. Setelah Anda menguasai keterampilan untuk mempertahankan tatapan Anda melampaui orang tersebut, Anda akan mengamati bahwa warna-warni, bentuk-bentuk, cahaya-cahaya, dan bahkan medan-medan aura sekunder akan segera tampak.
Melihat Selepas Selubung itu
Barangkali dibutuhkan beberapa waktu. Meskipun saya mampu melihat selubung itu-yang sering disebut orang sebagai, "Casper hantu yang ramah,"-langsung seketika, barulah tiga hari lagi saya dapat melihat warna-warninya-tetapi warna-warni apa! Kuning atau merah jambu adalah warna pertama bagi kebanyakan orang, kemudian biru, hijau,atau ungu. Beberapa orang yang beruntung akan langsung melihat warna.
Beberapa orang yang telah saya latih tidak pernah melihat warna apapun juga, kecuali kadang-kadang warna kuning. Tetapi setiap orang sekurang-kurangnya dapat melihat selubung itu. Kalau Anda memakai kacamata, melepaskan kacamata barangkali membantu, meskipun beberapa murid lebih baik melihat dengan memakai kacamata. Jenis cahaya juga merupakan faktor penentu. Cahaya lampu neon merupakan cahaya yang paling buruk; cahaya alami tidak langsung adalah cahaya yang terbaik. Cahaya matahari langsung terlalu kuat dan akan mengalahkan serta menghapus aura. Cahaya lilin sangat baik tetapi berhati-hatilah agar lilin tersebut jangan sampai menimbulkan bayangan di latar belakang yang dilihat itu.
Cobalah dengan berbagai macam orang. Mintalah mereka bernapas dalam-dalam dan mengembuskannya secara tuntas. Satu Petunjuk: mintalah mereka melafalkan alfabet perlahan-lahan, sambil menghirup napas setiap dua huruf. Kemudian menjadi sepat setelah huruf M, sambil menyelesaikan semua sisa huruf itu tanpa menghirup napas, kalau mampu.
Anda akan melihat perubahan dalam aura sewaktu pola pernapasan itu berubah. Pada sejumlah orang, sewaktu mereka melaju lebih cepat, aura itu akan mengembang. Bila mereka tidak bernapas dengan betul, artinya, lambat-lambat, aura itu akan menciut. Bernapaslah sepenuh-penuhnya dan dalam-dalam merupakan latihan satu-satunya yang paling memberi tenaga yang dapat anda lakukan. Bila orang tersebut menghirup napas, auranya seharusnya tampak sedikit menciut,dan bila orang itu melepaskan napas penuh-penuh, auranya akan tampak mengembang. Bila pola pernapasan orang tersebut berubah ke pernapasan dangkal, auranya akan tampak sangat lemah dan mendekat ke tubuh.
Saran lain yang menolong: Mintalah orang itu berayun perlahan-lahan dari samping ke samping. Anda akan melihat auranya bergerak bersama orang tersebut. Kadang-kadang aura itu tetap tegak bersama orangnya, sedangkan pada orang lain kadang-kadang akan ketinggalan di belakang. Boleh jadi anda melihat sebuah bola warna di atas salah satu bahu, atau garis cahaya kuat di salah satu lengan. Cahaya-cahaya ini dapat berdenyut dan kemudian hilang.

Note : Jika anda merasa terbantu dengan artikel ini, mohon di Klik iklannya sebagai apresiasi anda untuk kemajuan blog ini, terimakasih 

Arti warna AURA

Kalau kita perhatikan dengan santai dan pandangan yang jernih maka kita dapat melihat walau mungkin secara samar bahwa pada badan yang hidup ( juga ada badan tak hidup ) terdapat semacam lapisan warna yang meliputinya yang kita kenal dengan nama AURA.

Warna dari Aura mirip seperti warna pelangi yang menyelimuti permukaan sebuah benda (terutama benda hidup) dan warna tsb dapat berubah setiap saat tergantung dari keadaan mental orang tsb.

Pada manusia Aura dapat kita lihat menjadi TIGA bagian .

Bagian pertama atau bagian yang paling dekat dengan permukaan tubuh yang seakan menyelimuti dan mengikuti lekuk tubuh secara tepat adalah Aura Kembaran kita.(atau disebut juga Aura kembaran Etheris).

Warna Aura ini kebanyakan berwarna gelap atau kadang agak kelabu.

Lapisan Kedua terletak diatasnya atau diluarnya adalah Aura bagian dalam yang sedikit banyak mencermin kankeadaan kesehatan si pemilik tubuh tsb.

Lapisan ketiga adalah lapisan diatasnya lagi atau dibagian luarnya lagi yang kita sebut Aura bagian luar ,yang sangat banyak terpengaruh oleh keadaan mental atau kebatinan orang ybs.

Warna dan Artinya :

Hitam
Lebih banyak diartikan sebagai pikiran yang negatif

Merah
Lebih banyak diartikan dengan kemarahan dan hawa nafsu

Coklat
Lebih banyak diartikan dengan keserakahan dan mementingkan diri sendiri.

Abu-Abu
Lebih banyak diartikan dengan suasana kemuraman dan kesedihan kadang ketakutan.

Oranye
Lebih diartikan dengan ambisi.

Kuning
Lebih diartikan dengan kecerdasan pada ybs.

Hijau
Sifat baik

Biru
Rasa keagamaan ,ketaatan dan cita-cita mulia

Putih
Menunjukan tingkat kerohanian yang tinggi.


Tentu masih banyak lagi warna kombinasinya yang dapat kita lihat dan ini mempunyai arti gabungan tsb.

Note : Jika anda merasa terbantu dengan artikel ini, mohon di Klik iklannya sebagai apresiasi anda untuk kemajuan blog ini, terimakasih 

Tips Melihat Aura Dengan Mata Telanjang



Banyak orang menduga aura hanya dapat dilihat dengan kekuatan batin tingkat tinggi, atau dengan bantuan khodam. Yang lebih modern, aura dapat terlihat jelas lewat hasil jepretan kamera kirlian. Tapi tahukah, aura sebenarnya dapat dilihat dengan mata telanjang. Tips berikut ini akan memandunya.

1. Melihat Aura Dengan Jari Tangan

Carilah tembok yang berwarna putih, lalu duduklah dengan tenang pada jarak 1/2 meter dari tembok. Ambil nafas sebanyak mungkin dan tahan selama mungkin. Lakukan sebanyak 5 kali. Gosoklah kedua telapak tangan hingga terasa hangat. Tempelkanlah masing-masing jari tangan kanan dan kiri saling berpasangan. Letakkanlah kedua tangan yang masih berpasangan tadi 30 cm didepan mata dengan latar belakang tembok berwarna putih. Renggangkanlah perlahan-lahan kedua telapak tangan saling menjauh. Perhatikanlah, antara kedua ujung jari tadi akan mengeluarkan garis cahaya putih. Itulah aura yang memancar dari ujung jari kita.

2. Melihat Aura Dengan Telapak Tangan

Tariklah nafas dan gosokkanlah kedua telapak tangan seperti pada cara No. 1. Tempelkanlah salah satu telapak tangan pada tembok yang berwarna putih. Tariklah nafas, tahan dan hembuskanlah. Lepaskan telapak tangan dari tembok. Amatilah bekas telapak tangan yang tertinggal ditembok. Itulah aura yang memancar dari telapak tangan dan lama kelamaan akan larut dalam aura alam.

3. Melihat Aura Diri Sendiri

Letakkanlah cermin besar dihadapan kita. Duduklah dengan tenang. Usahakanlah latar belakang tembok berwarna putih dan penerangan berupa lampu neon. Tariklah nafas sebanyak mungkin dan tahanlah selama mungkin. Ulangilah sebanyak 5 kali. Tataplah bayangan diri kita yang ada dicermin. Pandangan mata diusahakan tidak melihat tubuh maupun bayangan tubuh, namun lihatlah batas tepian kepala dengan latar belakang tembok. Setelah pandangan mata kita terfokus, maka perlahan-lahan dari kepala dan bahu akan keluar cahaya aura kita. Sinar yang pertama kali terlihat, biasanya berwarna putih. Putih ini biasanya bukan merupakan warna aura kita yang sesungguhnya, melainkan dari warna aura yang sesungguhnya. Tataplah terus sampai kita melihat warna lain yang tidak berubah. Setelah berhasil, mulailah untuk melihat aura orang lain.

4. Melihat Aura Orang Lain

Mintalah bantuan seseorang yang akan menjadi objek untuk berdiri didepan tembok yang berwarna putih. Usahakanlah penerangan didalam ruangan dibuat remang-remang atau redup. Berdirilah lebih kurang 3 meter didepan objek. Fokuskanlah pandangan mata pada bagian tepi kepala dan bahu objek. Perlahan-lahan akan keluar sinar aura dari tepi kepala objek. Fokuskanlah pandangan pada seluruh tepian tubuh objek, maka seluruh tubuh objek akan memancarkan warna aura.

Note : Jika anda merasa terbantu dengan artikel ini, mohon di Klik iklannya sebagai apresiasi anda untuk kemajuan blog ini, terimakasih